Reacties van diodaix
Dagboekbericht | Wanneer | Reactie |
---|---|---|
Gang! Gang! Gang! | Oiya min, kurang setuju buat gang sbg highway=living_street. Karena selain kegedean pas dirender (agak tagging for renderer ya, wkwk), ga semua gang di indo ada larangan buat kendaraan. Sejauh ini cuma ketemu gang yang pas lewat motornya harus dituntun itu di Jogja sama Surabaya. Klo di kotaku mah, apa aja lewatt!!! |
|
Gang! Gang! Gang! | @greg bare no offense, gang means alley in Indonesian. Perhaps you wonder what’s gang in Indonesian? Then it’s geng |
|
Gang! Gang! Gang! | Kalau tag highway=service + service=alley kayanya bisa diterapin min, terutama kalo kondisinya juga pas sama definisi di wiki. Di Riau soalnya banyak gang di antara/belakang ruko, jadi bisa dikategoriin alley, bukan? |
|
Gunakan foto udara BHUMI ATR/BPN | Oke kak sudah buka benar ternyata masih normal, kira-kira ada tutorial/petunjuk buat masukin wms nya ke JOSM ga kak? Hehe maaf masih pemula ^_^ |
|
Gunakan foto udara BHUMI ATR/BPN | Kak kenapa pas saya pencet linknya 502 Bad Gateway |
|
9999 edits - a love letter to OpenSteetMap | So inspiring, I’m looking forward to be like you! |
|
Menyemarakkan tulisan Arab Melayu | Maaf baru membalas, tidak tahu ada diskusi, ini diari pertama saya hehe. Pendapat saya, name:id-Arab tidak boleh merepresentasikan Arab Melayu/Jawi, karena ada Pegon Jawa dan beberapa variasi tulisan bukan Jawi yang menggunakan aksara Arab di Indonesia. Lagipula Bahasa Indonesia hanya ditulis dalam Latin/Rumi, tidak ada opsi lain (jika tulis dengan aksara Arab maka harus ikuti kaidah Bahasa Arab), maka kesimpulannya ini sebuah hal yang mustahil. Saya sebenarnya hendak mengutarakan isu perbedaan sistem penulisan Jawi di kedua wilayah. Arab Melayu Riau (dan daerah Melayu Indonesia lainnya) cenderung mempertahankan gaya tulisan lama (penambahan terbaru hanya pada huruf ؤ yang melambangkan vokal ‘o’), sedangkan Jawi Malaysia sudah banyak perubahan dan efisiensi penulisan, bukan? Tetapi, hal ini saya anggap hanya variasi dari penulisan, bukan sesuatu yang semantik. Adapun isu yang saya bingungkan sejatinya sama dengan apa yang didiskusikan pada forum diskusi tulisan Jawi pada Melayu Pattani. Saya tertarik dengan kesimpulan oleh tuan yang dapat diaplikasikan pada isu ini. Permasalahannya adalah, Melayu Riau dan Melayu Standar Malaysia adalah bahasa yang sama, dan prinsip saya sama dengan tuan bahwa name:ms wajib sesuai standar Malaysia. Ambil permisalan pada tulisn kantor gubernur |